<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kendala email &#8211; Blog D~NET Provider</title>
	<atom:link href="https://blog.dnetprovider.id/tag/kendala-email/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.dnetprovider.id</link>
	<description>Internet Service Provider/ Wireless ISP @ Surabaya, Bali, Malang, and Lombok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Sep 2018 08:04:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.5.11</generator>
	<item>
		<title>Email Phishing dan Penanganannya Part 1</title>
		<link>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/23/posts-email-phishing-dan-penanganannya-part-1/</link>
					<comments>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/23/posts-email-phishing-dan-penanganannya-part-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Patricia Adheline]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2017 20:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips and Trick]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu phising]]></category>
		<category><![CDATA[email phising]]></category>
		<category><![CDATA[email server]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan email]]></category>
		<category><![CDATA[kendala email]]></category>
		<category><![CDATA[mail server]]></category>
		<category><![CDATA[menghindari phising]]></category>
		<category><![CDATA[solusi email aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://202.148.6.210/?p=6589</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah phishing sudah sering kita dengar dan sudah banyak pula korban yang terkena phishing. Kerugian yang dialami dapat bervariasi baik reputasi perusahaan maupun kerugian materi. Walaupun sudah banyak kasus yang terjadi, namun banyak orang yang belum memahami apa itu phishing dan belum menyadari berbagai jenis phishing yang ditemui dalam keseharian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/23/posts-email-phishing-dan-penanganannya-part-1/">Email Phishing dan Penanganannya Part 1</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id">Blog D~NET Provider</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="isi-blog top20">
<p>Istilah <em>phishing</em> sudah sering kita dengar dan sudah banyak pula korban yang terkena <em>phishing</em>. Kerugian yang dialami dapat bervariasi baik reputasi perusahaan maupun kerugian materi. Walaupun sudah banyak kasus yang terjadi, namun banyak orang yang belum memahami apa itu <em>phishing</em> dan belum menyadari berbagai jenis <em>phishing</em> yang ditemui dalam keseharian pengguna internet.</p>
<p><em>Phishing</em> pada dasarnya adalah upaya untuk mendapatkan informasi penting dan rahasia seperti <em>username</em>, <em>password</em>, PIN, nomor rekening dan sebagainya dengan cara yang tidak sah dengan tujuan untuk mengambil keuntungan sendiri. Pada pembahasan kali ini akan dibahas berbagai macam phishing yang dilakukan para <em>hacker</em> melalui media email.</p>
<p>Teknik &#8211; teknik <em>Phishing</em> :</p>
<ol>
<li><strong><em>Email Spam</em></strong><br />
Dengan teknik ini, pelaku <em>phishing</em> akan mengirimkan email secara massal dengan harapan penerima email akan mengisi informasi pribadi mereka seperti <em>username</em> dan <em>password</em> atau PIN atas akun tertentu. Bentuk email dapat berupa link ke website yang menyerupai website resmi, file formulir data pada lampiran, dll. Untuk memancing pengguna memberikan informasinya, diberikan instruksi untuk melakukan update informasi atau verifikasi akun, atau akses ke layanan tertentu serta diberikan juga batas waktu agar pengguna terdesak untuk mengisi data.<em>Bagaimana mengatasinya ?</em><br />
Jangan mudah tertipu dengan email mencurigakan yang menggunakan logo dan tampilan yang mirip seperti email resmi, perhatikan link yang dikirimkan di dalam email atau aplikasi pesan singkat, dan pastikan terlebih dahulu URL yang tertera pada <em>browser</em> ketika membuka laman web sebelum memasukkan data pribadi baik <em>username</em> maupun <em>password</em>/ PIN Anda.</li>
<li><strong><em>Malware phishing</em></strong><br />
Teknik ini dilakukan dengan menggunakan Malware yang dikirimkan <em>phiser</em> melalui email yang berisi tautan (<em>link</em>) ataupun lampiran yang apabila dibuka, maka komputer pengguna dapat terserang virus atau bahkan diambil alih seluruhnya oleh <em>phiser</em>. Dengan teknik ini pengguna hanya perlu mengklik link atau membuka file lampiran dan seluruh informasi akun pengguna dapat dimanfaatkan oleh <em>phiser</em>.<em>Bagaimana mengatasinya ?</em><br />
Perhatikan alamat pengirim email dan jangan mudah membuka tautan atau mengunduh file lampiran apabila pengirim email tidak jelas asalnya.</li>
</ol>
<p>Ingin tahu lebih lanjut teknik <em>phising</em> lainnya ? <a href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/23/posts-email-phishing-dan-penanganannya-part-2/">Baca disini.</a></p>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/23/posts-email-phishing-dan-penanganannya-part-1/">Email Phishing dan Penanganannya Part 1</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id">Blog D~NET Provider</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/23/posts-email-phishing-dan-penanganannya-part-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Aman Mengirim Email Part 2</title>
		<link>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-2/</link>
					<comments>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Patricia Adheline]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2017 05:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tech Updates]]></category>
		<category><![CDATA[email server]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan email]]></category>
		<category><![CDATA[kendala email]]></category>
		<category><![CDATA[mail server]]></category>
		<category><![CDATA[solusi email aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://202.148.6.210/?p=6541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah kita mengetahui dua kesalahan paling umum yang sering terjadi pada artikel sebelumnya, mari kita pahami beberapa kesalahan lain yang tak jarang tanpa sadar kita lakukan ketika menggunakan email. 3. Protokol Keamanan Apabila Anda mengimplementasikan otentikasi dengan username dan password, maka Anda juga harus memperhatikan protokol keamanan yang digunakan. Apabila kantor anda menggunakan koneksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-2/">Cara Aman Mengirim Email Part 2</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id">Blog D~NET Provider</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita mengetahui dua kesalahan paling umum yang sering terjadi pada <a href="http://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/posts-cara-aman-mengirim-email-part-1/">artikel sebelumnya</a>, mari kita pahami beberapa kesalahan lain yang tak jarang tanpa sadar kita lakukan ketika menggunakan email.</p>
<p><strong>3. Protokol Keamanan</strong><br />
Apabila Anda mengimplementasikan otentikasi dengan <em>username</em> dan <em>password</em>, maka Anda juga harus memperhatikan protokol keamanan yang digunakan. Apabila kantor anda menggunakan koneksi WiFi, atau pengguna Anda sedang berada di mall menggunakan WiFi gratis, maka kemungkinan besar komunikasi pada laptop atau perangkat Anda bisa disadap oleh <em>hacker</em>.</p>
<p>Para <em>hacker</em> bisa mendapatkan username dan <em>password</em> mereka dan yang sering terjadi, <em>password</em>tersebut juga merupakan sandi untuk akun Facebook atau <em>Internet Banking</em> mereka. Untuk menghindari penyadapan ini, dibutuhkan adanya TLS / SSL. Hal ini memungkinkan komunikasi yang lebih aman antara <em>mail client</em> dan <em>mail server</em> karena data yang dikirimkan terenkripsi. <em>Email server</em> harus dikonfigurasi sedemikian rupa untuk memaksakan penggunaan TLS / SSL untuk semua pengguna.</p>
<p><strong>4. <em>Relay</em></strong><br />
Yang dimaksud dengan <em>relaying email</em> pada dasarnya adalah pengiriman email dari domain Anda (ex: <a class="vglnk" href="http://abc.com/" rel="nofollow">abc.com</a>) ke domain tujuan (ex: <a class="vglnk" href="http://def.com/" rel="nofollow">def.com</a>) melalui <em>email server</em> lainnya (ex: <a class="vglnk" href="http://ghi.com/" rel="nofollow">ghi.com</a>).</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-6542 size-full" src="http://beta.dnetprovider.id/wp-content/uploads/2018/08/picture2.gif" alt="" width="800" height="400" /></p>
<p>Intinya, <em>relaying</em> adalah proses ketika Anda menggunakan <em>email server</em> milik orang lain untuk mengirimkan email. Anda harus selalu menggunakan <em>email server</em> yang terpercaya. Anda dapat menggunakan <em>email server</em> CPanel yang disediakan ISP asalkan layanan tersebut hanya tersedia bagi perusahaan Anda. Namun, pada kenyataannya, kebanyakan ISP memiliki <em>email server</em> umum (SMTP Servers) yang digunakan bersama dengan semua pengguna. <em>Email server</em> seperti ini disebut dengan <em>open relay server</em>. <em>Server</em> ini biasanya digunakan demi kenyamanan penggunanya dan seringkali tidak aman.</p>
<p>Dalam praktiknya, ada beberapa alasan khusus dimana pengguna membutuhkan <em>relay email</em>. Sebagai contoh yang sering ditemui yaitu ketika pegawai Anda sedang berada di luar kota dan ingin mengirimkan email dari <em>mail client</em> perusahaan Anda, namun karena alasan tertentu <em>email server</em>perusahaan Anda diblokir sehingga Anda memerlukan <em>relay email</em>.</p>
<p><em>Open relay</em> digunakan oleh <em>spammer</em> atau <em>malware</em> untuk mengirimkan email spam mereka. Kebanyakan ISP saat ini telah menutup sistem <em>open relay</em> dan bahkan mereka tidak menyediakan layanan email sama sekali. Apabila Anda mengembangkan <em>email server</em> Anda sendiri,pastikan bahwa <em>email server</em> Anda tidak menggunakan sistem <em>open relay</em>.</p>
<p><strong>5. Personal</strong><br />
Pada akhirnya email merupakan alat komunikasi untuk manusia. Sayangnya, terkadang manusia merupakan faktor terlemah dalam menjaga keamanan. Semakin aman sistem Anda, maka semakin tidak nyaman untuk digunakan bagi manusia.</p>
<p>Sebagai contoh, memiliki <em>password</em> dengan minimum 32 karakter akan sangan aman namun pengguna Anda harus mengingat <em>password</em> yang sangat panjang. Semakin pendek kata sandi yang digunakan semakin baik bagi pengguna namun sebagai resikonya, tingkat keamanannya sangat rendah. Sangat disayangkan bagaimana kebanyakan orang lebih mengutamakan kenyamanan sebelum keamanan dan menunggu sebuah masalah terjadi terlebih dahulu. Poin yang harus digarisbawahi adalah Anda harus dapat menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan saat menggunakan email.</p>
<p>Sebagai kesimpulan berikut adalah tips yang perlu Anda lakukan demi keamanan Email :<br />
1. Gunakan otentikasi untuk server SMTP anda. Pengguna seharusnya tidak bisa mengirim email tanpa melakukan otentikasi terlebih dahulu.<br />
2. Gunakan port 587, bukan port 25, pada mail client anda untuk mengirimkan email<br />
3. Gunakan protokol keamanan SSL / TLS agar sandi pengguna tetap aman walaupun ketika menggunakan koneksi WiFi.<br />
4. Jangan pernah menggunakan server <em>open relay</em>, begitu pula jika Anda mengelola email server sendiri.<br />
5. Komunikasikan kepada pengguna dan publik Anda pentingnya sistem keamanan email.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-2/">Cara Aman Mengirim Email Part 2</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id">Blog D~NET Provider</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Aman Mengirim Email Part 1</title>
		<link>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-1/</link>
					<comments>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Patricia Adheline]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2017 03:04:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tech Updates]]></category>
		<category><![CDATA[email server]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan email]]></category>
		<category><![CDATA[kendala email]]></category>
		<category><![CDATA[mail server]]></category>
		<category><![CDATA[solusi email aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://202.148.6.210/?p=7</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengirim email mungkin merupakan hal yang sepele dan sangat sering Anda lakukan setiap harinya. Namun, sudahkah Anda melakukannya dengan cara yang benar ? Bagi Anda yang menggunakan mail client seperti Thunderbird, Microsoft Outlook, Apple Mail, atau client lain (non browser), maka Anda harus memastikan bahwa Anda mengirim email dengan cara yang aman. Menurut data [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-1/">Cara Aman Mengirim Email Part 1</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id">Blog D~NET Provider</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengirim email mungkin merupakan hal yang sepele dan sangat sering Anda lakukan setiap harinya. Namun, sudahkah Anda melakukannya dengan cara yang benar ?<br />
Bagi Anda yang menggunakan <em>mail client</em> seperti Thunderbird, Microsoft Outlook, Apple Mail, atau <em>client</em> lain (<em>non browser</em>), maka Anda harus memastikan bahwa Anda mengirim email dengan cara yang aman.</p>
<p>Menurut data statistik terbaru dari TrendMicro, Indonesia memiliki rating email spam yang tinggi yaitu hingga 90%. Hal ini berarti 90% dari peredaran email yang ada di jaringan internet Indonesia adalah email ‘sampah’ atau <em>junk email</em> (sumber: <a href="http://www.trendmicro.com.au/security-intelligence/current-threat-activity/global-spam-map/index.html">trendmicro.com</a>). Konsekuensi yang mungkin muncul cukup banyak. Tak hanya menghabiskan bandwidth internet Anda, tetapi juga hal ini juga meningkatkan potensi pemblokiran email dari Indonesia oleh provider besar seperti Gmail dan Yahoo hingga email server perusahaan yang lain. Hal ini tentu akan memberikan efek negatif pada bisnis Anda.</p>
<p><strong>Mengapa hal ini bisa terjadi ?</strong></p>
<p>Email sudah ada sejak lebih dari  30 tahun yang lalu dan bukan lagi merupakan sebuah teknologi yang baru. Saat email ditemukan, internet masih sangat kecil dengan jumlah pengguna yang sedikit dan kebanyakan tidak terbuka untuk publik umum. Sejalan dengan perkembangan internet, email menghadapi banyak masalah dengan memanfaatkan pondasi desainnya. Banyak pengembangan yang telah dilakukan untuk meningkatkan keamaanan email, namun pada kenyataannya, banyak perusahaan yang masih belum sadar akan pentingnya penerapaan <em>best practice</em> penggunaan email secara aman.</p>
<p>Solusi untuk keamaanan email sangat luas dan bervariasi serta kompleks. Sebagai langkah awal, tanyakan pada diri Anda, sudahkah Anda sudah mengkonfigurasi <em>mail client</em> dengan benar ? Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering ditemui dalam konfigurasi <em>mail client</em> :</p>
<p><strong>1. Otentikasi</strong><br />
Mail server milik perusahaan yang biasanya dikelola oleh tim IT dari perusahaan tersebut ataupun yang disediakan oleh ISP seringkali dikonfigurasi tanpa adanya pengaturan sistem otentikasi untuk mengirim email. Protokol atau pengaturan ini disebut sebagai <em>SMTP Server Authentication</em> atau Otentikasi Server SMTP. <em>Mail Client</em> seharusnya tidak dapat mengirimkan email melalui SMTP perusahaan Anda tanpa melakukan otentikasi terlebih dahulu.</p>
<p>Apabila skala organisasi terlalu besar, terkadang lebih mudah untuk tidak menggunakan otentikasi sama sekali. Kalaupun ada, biasanya <em>username</em> dan <em>password</em> dibagikan dan dipakai bersama  dalam satu organisasi atau perusahaan. Resikonya adalah apabila salah satu komputer terkena sabotase seperti virus malware, maka seluruh perusahaan dapat terancam resiko. Selain itu, dengan alasan kemudahan, kata sandi yang digunakan seringkali pendek dan mudah ditebak.</p>
<p>Apa yang harus dilakukan ?<br />
&#8211; Aktifkan authentication pada email server Anda.<br />
&#8211; Jangan bagikan <em>username</em> dan <em>password</em> <em>email server</em> Anda.<br />
&#8211; Gunakan <em>password</em> yang kompleks dan tidak mudah ditebak.</p>
<p><strong>2. Kesalahan Penggunaan Port Pengiriman Email</strong><br />
Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan <em>mail client</em> Anda mengirimkan email via SMTP (TCP connection port 25). Dulu SMTP port 25 memang digunakan untuk mengirim email baik dari <em>email server</em> ke <em>email server</em> maupun dari <em>mail client</em> ke <em>email server</em>. Namun saat ini, mekanisme tersebut sudah tidak benar. Untuk komunikasi dari <em>email server</em> ke <em>email server</em> seharusnya memang tidak memerlukan otentikasi. Namun untuk pengiriman email dari <em>mail client</em> ke <em>mail server</em> harus diotentikasi.</p>
<p>Menerapkan dua pengaturan yang berbeda pada 1 port sangatlah sulit. Oleh karena itu, standar saat ini adalah dengan menggunakan 2 port yang berbeda. SMTP Port 25 digunakan untuk komunikasi antar <em>mail server</em> dan port 587 untuk mengirim email dari <em>mail client</em> ke <em>mail server</em>. Dengan menggunakan port 587, aturan keamanan  yang lebih baik dapat diterapkan oleh pengguna seperti :<br />
&#8211; Pengaturan Otentikasi dapat diterapkan (<em>username</em> dan <em>password</em> atau lainnya)<br />
&#8211; Protokol keamanan seperti TSL dan SSL</p>
<p>Dari dua hal yang disebutkan diatas, Anda dapat memeriksa kembali apakah pengaturan email Anda sudah benar atau belum. Jangan lupa bahwa hal ini sangat penting untuk Anda perhatikan karena akibatnya bisa fatal.</p>
<p>Masih ingin tau kesalahan apa lagi yang biasa terjadi dalam pengaturan email ? <a href="http://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/posts-cara-aman-mengirim-email-part-2/">Baca disini.</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-1/">Cara Aman Mengirim Email Part 1</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.dnetprovider.id">Blog D~NET Provider</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.dnetprovider.id/2017/10/10/cara-aman-mengirim-email-part-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
